Table of Contents
Table of Contents

Cara Mengatasi Defective Products di Bisnis Anda

defective product

Defective products merupakan hal yang harus dihindari oleh perusahaan saat menjalankan bisnisnya.

Sebab defective products dapat memberikan dampak negatif yang cukup signifikan apabila terjadi dalam jumlah banyak ataupun berlangsung secara berkelanjutan. Seperti menurunnya tingkat keuntungan hingga membuat anjlok rasio retensi atau kepuasan pelanggan terhadap perusahaan.

Lalu, apa sebenarnya defective products itu? Tindakan efektif apa saja yang dapat mencegah munculnya defective products dalam bisnis? 

Berikut ulasannya lengkapnya pada artikel RedERP di bawah ini!

 

Apa Itu Defective Products?

Defective products atau produk cacat adalah merupakan unit barang atau layanan jasa yang tidak sempurna akibat kesalahan produksi maupun desain. 

Produk cacat harus diperbaiki secara ekonomi agar dapat dijual kembali kepada pelanggan luas di pasaran.

Penyebab terjadinya produk cacat dalam sebuah bisnis dipengaruhi oleh setidaknya 3 faktor yaitu desain yang tidak memadai, rendahnya kualitas manufaktur, dan ketidaktersediaan fitur atau panduan terkait produk.

Adapun adanya defective products memberikan dampak negatif tersendiri bagi suatu bisnis perusahaan.

Bahkan jika muncul secara terus-menerus dapat meningkatkan potensi kerugian yang cukup signifikan hingga berkurangnya kepuasan pelanggan terhadap perusahaan di masa mendatang.

 

Baca Juga: Konsep Poka Yoke untuk Atasi Human Error dalam Proses Produksi

 

Perbedaan Produk Rusak dan Produk Cacat

Selain defective products (produk cacat), dalam bisnis juga terdapat istilah lainnya yaitu damaged products (produk rusak).

Meskipun secara sekilas terdengar serupa, namun keduanya memiliki makna serta penyebab tersendiri yang berbeda-beda.

Untuk memudahkan pemahaman Anda, berikut uraian mengenai perbedaan produk rusak dan produk cacat.

 

No.Produk Rusak Produk Cacat
1. Produk rusak merupakan unit barang yang sudah tidak dapat digunakan. Ini dikarenakan kesalahan yang terjadi pada barang terkait terbilang sudah fatal.Produk cacat adalah unit barang yang masih dapat ditoleransi atau dimodifikasi karena kerusakannya tidak terlalu fatal. Perbaikan yang dilakukan bertujuan untuk mengembalikan esensi atau nilai manfaat unit produk terkait.  
2.Produk rusak tidak dapat dipasarkan kepada konsumen luas di pasaran. Mengingat kerusakan yang terjadi terbilang fatal dan cukup berpengaruh terhadap nilai atau fungsi dasar unit produk terkait. Produk cacat masih berpeluang tinggi untuk dipasarkan kepada konsumen luas di pasaran dengan harga jual yang semestinya sesuai bea produksi. Produk cacat sering kali dijual dengan harga yang relatif murah, guna menarik minat atau perhatian banyak konsumen. 
3.Produk rusak memberikan dampak negatif yang sangat signifikan bagi bisnis perusahaan. Mengingat produk rusak sudah tidak dapat lagi dipasarkan kepada pelanggan luas di pasaran.Produk cacat tidak memberikan dampak negatif yang signifikan bagi bisnis perusahaan. Sebab, produk cacat berpeluang besar untuk bisa diperjualbelikan kembali ke pasaran meskipun dengan harga yang lebih rendah dibandingkan unit produk lainnya. 
4.Faktor penyebab munculnya produk rusak didominasi oleh kesalahan penggunaan sumber daya perusahaan, mencakup pengoperasian mesin produksi dan sejenisnya. Sementara produk cacat disebabkan oleh faktor sumber daya manusia perusahaan dalam hal ini karyawan. Akibat ketidaktelitian karyawan ketika menjalankan proses produksi. 
5.Produk rusak tentu saja menurunkan performa bisnis perusahaan baik dari segi penjualan, nilai profitabilitas, jumlah persediaan bahan baku, hingga rasio retensi atau kepuasan pelanggan.Sedangkan produk cacat tidak berpeluang menurunkan performa bisnis perusahaan, sebab masih memiliki peluang untuk kembali dipasarkan kepada konsumen luas. Sekalipun nilai keuntungan bisnis perusahaan mengalami penurunan di kemudian hari.

 

Baca Juga: Penyebab Deadweight Loss dan Cara Menghitungnya

 

Cara Mengatasi Defective Products

Perusahaan dapat mencegah terjadinya defective products dengan melakukan 3 langkah pencegahan komprehensif dan detail ketika pra, saat, dan pasca operasi produksi berlangsung.

Berikut penjelasan mengenai ketiga langkah preventif tersebut.

 

1. Mengatasi Defective Products Pra Produksi 

Terdapat dua tindakan preventif yang dilakukan sebelum operasi produksi berlangsung. Ini mencakup pengecekan kualitas bahan baku serta pengawasan mesin-mesin produksi.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan agar setiap komponen pendukung atau penunjang operasi produksi, memiliki kualitas dan performa yang baik guna menghasilkan produk terbaik untuk pelanggan nantinya.

Tahapan ini umumnya dilakukan oleh seorang quality control. Seorang quality control memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan pra produksi dan memastikan bahwa kemungkinan terjadinya defective products tidak lebih dari 1 persen. 

 

2. Mengatasi Defective Product saat Proses Produksi Berlangsung 

Langkah kedua dilakukan ketika operasi produksi tengah berlangsung. Adapun peran seorang quality control masih dibutuhkan di sini.

Seorang quality control akan melakukan inspeksi dengan mengambil sampel produk, dan melakukan pengamatan mendalam apakah terdapat potensi kecacatan atau tidak.

Jika ditemukan kecacatan, seorang quality control berhak menghentikan operasi produksi sementara waktu guna menemukan dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Langkah ini bertujuan agar operasi produksi secara keseluruhan mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.

 

3. Mengatasi Defective Product Pasca Proses Produksi 

Ketika proses produksi telah berlangsung, maka tugas divisi quality control adalah melakukan final testing terhadap setiap unit barang sebelum mulai didistribusikan kepada pengecer atau pelanggan luas. 

Final testing sendiri merupakan tindakan preventif yang mencakup pengetesan terhadap seluruh unit barang, guna memastikan kembali apakah terdapat kecacatan atau tidak baik yang terjadi pada fitur hingga desain produk.

 

Lacak Perkembangan Produk secara Mudah dengan Software Manufaktur RedERP 

 

Software ERP
Software ERP

 

Peluang munculnya defective products kini dapat ditekan seminimal mungkin melalui pengimplementasian software manufaktur yang saat ini sudah cukup lazim ditemukan di Indonesia.

Software manufaktur terbaik dari RedERP merupakan pilihan tepat bagi Anda, guna mengoptimalkan sekaligus mengotomatisasikan sistem operasi produksi bisnis perusahaan.

Sebab, software manufaktur RedERP sudah didesain semaksimal mungkin dengan pendekatan sistem maupun fitur yang dibutuhkan oleh mayoritas perusahaan di berbagai sektor industri saat ini.

Software manufaktur RedERP memungkinkan Anda untuk mengontrol dan mengelola operasi produksi secara praktis dan maksimal di waktu yang bersamaan.

Sistem maupun fitur yang tersedia secara konsisten mampu menjaga efisiensi alur dan mengoptimalisasi output akhir dari operasi produksi bisnis perusahaan Anda. 

Adapun aktivitas krusial yang bisa Anda lakukan melalui penggunaan software manufaktur RedERP antara lain penjadwalan produksi, manajemen kualitas produk, optimalisasi proses atau alur kerja produksi, hingga pengelolaan bahan baku secara maksimal. 

Jadi tunggu apalagi, segera bergabung bersama kami mulai hari ini dengan menghubungi kontak layanan call center yang tertera pada laman utama website RedERP.

Dengan RedERP, operasi produksi yang serba praktis dan optimal kini bukan lagi sekadar impian semata!

 

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami