Table of Contents
Table of Contents

10 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi dan Jenis-jenisnya

karakteristik kualitas informasi akuntansi

Karakteristik kualitas informasi akuntansi perlu dipahami mengingat kualitas informasi akuntansi memegang peran penting terkait output akhir dari penyusunan laporan keuangan suatu bisnis perusahaan. 

Jika kualitas informasi akuntansi selalu menjadi acuan dalam penyusunan laporan keuangan terbilang rendah, maka hanya akan merendahkan mutu hingga tingkat keakuratan data yang ada dalam laporan keuangan.

Oleh karena itu dalam menghimpun informasi akuntansi, Anda perlu mengetahui dan memahami mengenai kualitas informasi akuntansi terlebih dahulu.

Pada pembahasan kali ini, RedERP akan membantu Anda dalam memahami lebih jauh terkait kualitas informasi akuntansi mulai dari pengertian, jenis, hingga karakteristiknya. Berikut penjelasannya secara lengkap.

 

Apa Itu Kualitas Informasi Akuntansi

Kualitas informasi akuntansi adalah istilah yang mengacu pada tingkat mutu suatu informasi akuntansi yang dibutuhkan untuk membuat laporan keuangan suatu perusahaan.

Laporan keuangan yang berkualitas dan akurat memiliki daya tarik tersendiri di mata para investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Apabila laporan keuangan sebuah perusahaan tergolong berkualitas rendah dan tidak baik, maka hanya akan menurunkan organisasi bisnis tersebut di mata kreditur maupun investor. 

 

Jenis-jenis Informasi Akuntansi 

Informasi akuntansi setidaknya terbagi menjadi 3 jenis yaitu informasi akuntansi penuh (full accounting information), informasi akuntansi diferensial, dan informasi akuntansi pertanggungjawaban. Adapun perbedaan mengenai ketiganya dijelaskan pada uraian berikut.

 

1. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information)

Ini adalah jenis informasi yang menyajikan data mengenai pendapatan, biaya total, serta aktiva total pada masa lalu dan masa yang akan datang.

Perusahaan pada umumnya menggunakan informasi biaya penuh masa lalu untuk menyusun laporan keuangan, menentukan harga jual produk, serta membantu menganalisis setiap prestasi manajer perusahaan.

Sementara untuk bea penuh masa yang akan datang, perusahaan memanfaatkannya untuk menyusun perencanaan khususnya yang bersih jangka panjang, serta menjadikannya sebagai acuan penetapan harga jual dalam kondisi yang normal.

 

2. Informasi Akuntansi Diferensial

Informasi akuntansi diferensial merupakan jenis informasi kedua yang menyajikan informasi mengenai taksiran pendapatan, biaya, atau aktiva yang berbeda jika seorang akuntan akan memilih dan membandingkan tindakan  alternatif lainnya.

Pada intinya, jika informasi akuntansi diferensial berkaitan erat dengan pengambilan keputusan di masa mendatang.

 

3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban 

Jenis informasi akuntansi terakhir ialah pertanggungjawaban, di mana tipe informasi ini memberikan sajian informasi terkait pendapatan, biaya, atau aktiva yang saling terhubung dengan bagian unit dalam perusahaan yang dipimpin oleh seorang manajer.

Di mana manajer ini memiliki tanggung jawab terhadap bagian bersangkutan (pusat pertanggungjawaban).

Jenis informasi akuntansi pertanggungjawaban bermanfaat untuk membantu proses analisis prestasi masing-masing manajer pusat pertanggungjawaban.

 

10 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Tinggi atau rendahnya kualitas informasi akuntansi akan telihat dari sejumlah beberapa aspek ataupun karakteristik.

Karakteristik tersebut dapat menjadi dasar, apakah kualitas informasi akuntansi yang ada itu layak atau tidak, sebelum akhirnya perusahaan menjadikannya sebagai bahan acuan strategi maupun untuk keperluan bisnis terkait lainnya.

Berikut adalah penjelasan mengenai 10 karakteristik kualitas informasi akuntansi.

 

1. Relevan

Relevan artinya informasi yang tersedia bisa berguna untuk memengaruhi kebijakan guna meramal hasil di masa lampau, sekarang, dan kemudian hari. Melalui informasi yang relevan inilah nantinya perusahaan mampu merancang strategi yang bersifat jangka panjang.

 

2. Mudah Dipahami 

Selain relevan, informasi akuntansi yang baik ialah juga harus mudah dipahami. Artinya setiap pengguna baik dari internal maupun eksternal mampu memahami segala bentuk sistem informasi akuntansi.

Di mana pemahaman ini mampu memudahkan setiap stakeholder yang bertanggung jawab dalam melaksanakan sejumlah proses kerja akuntansi lainnya.

 

3. Perbandingan antara Manfaat dan Biaya

Hal ketiga ini lebih mengarah kepada syarat, yang mana pembuatan laporan akuntansi wajib memiliki kesamaan dengan manfaat yang ada. Maksudnya adalah, laporan akuntansi tidaklah boleh lebih mahal dibandingkan keuntungan yang diperoleh. 

Dengan kata lain, keuntungan yang berasal dari pemanfaatan informasi akuntansi berpeluang lebih banyak atau berlipat ganda.

 

4. Bisa Dipercaya (Reliabel)

Reliabilitas suatu informasi akuntansi bergantung pada tingkat faktual dan keakuratan pengujian yang dilakukan, di mana harus berdasarkan kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi. Artinya, pengujian harus terlaksana secara apa adanya tanpa dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu. 

Dengan begitu, informasi akuntansi yang ada tentunya dapat menjadi akurat serta berlandaskan fakta di lapangan. Alhasil, bisa memberikan pengaruh positif terhadap pengambilan keputusan atau perancangan strategi bisnis berikutnya.

 

5. Memiliki Nilai Prediktif

Nilai prediktif pada informasi akuntansi adalah nilai yang terkait kebermanfaatan suatu data sistem informasi akuntansi. Nantinya, perusahaan bisa menggunakan sebagai landasan untuk meramal masa depan.

Hal ini bisa ditemukan dalam data yang berkaitan dengan informasi keuangan saat ini atau kinerja sebelumnya. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai dasar untuk memprediksi masa depan.

 

6. Mempunyai Feedback atau Umpan Balik

Karakteristik keenam ini terkait kemampuan suatu informasi akuntansi dalam memeroleh feedback atau umpan balik. Terdapat banyak cara dalam mendapatkan umpan balik misalnya lewat perkiraan, alasan, dan penolakan rencana masa lalu.

 

7. Tepat Waktu

Informasi akuntansi yang tersedia harus ada sedini mungkin, . Mengapa demikian? Agar supaya, informasi ini bisa berguna sebagai dasar dalam mendukung proses. Selain itu, ketepatan waktu menjadi penting karena juga  mampu meminimalisir terjadinya keterlambatan ketika mengambil keputusan finansial.

 

8. Bisa Dibandingkan atau Konsisten

Tujuan dari karakteristik ini adalah untuk memberikan visibilitas serta keleluasaan kepada banyak orang untuk membaca, melihat, menilai, hingga membandingkan suatu laporan informasi akuntansi antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Kita bisa mengetahui  perbedaan-perbedaan tersebut  dari bagaimana kinerja ekonomi masing-masing perusahaan.

 

9. Materiality

Karakteristik berikutnya adalah materiality atau materialitas, yaitu informasi keuangan hanya perlu mencantumkan dan melaporkan informasi terkait material saja. 

Dalam menguji karakteristik ini perlu berlandaskan sejumlah pedoman antara lain jumlah item, pendapatan bersih, pendapatan bersih rata-rata beberapa tahun, aset, kewajiban, serta rasio yang membangun hubungan analisis informasi di mana tercantum pada laporan tahunan.

 

10. Bersifat Netral

Karakteristik terakhir yang wajib ada pada informasi akuntansi ialah netralitas. Di mana karakteristik ini mendorong suatu informasi akuntansi untuk tetap objektif dan bebas dari prasangka subjektif atau bias.

Netralitas sangat penting dalam melaksanakan perumusan hingga penerapan langkah-langkah penyusunan laporan keuangan. Alhasil, setiap data yang pada informasi akuntansi mempunyai kredibilitas tersendiri.

 

Baca Juga: 11 Tahapan Siklus Akuntansi yang Ada Dalam Perusahaan

 

Tingkatkan Kualitas Informasi Akuntansi dengan Software Akuntansi RedERP 

Software ERP
Software ERP

 

Salah satu faktor pendukung terjaminnya kualitas informasi akuntansi suatu laporan keuangan perusahaan adalah penerapan software akuntansi pada proses penghimpunan hingga perekamannya. 

Hal ini karena software akuntansi sudah dirancang oleh sistem dan fitur suportif, di mana mampu menyederhanakan sekaligus mengoptimalkan proses maupun kualitas informasi akuntansi yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Seperti halnya software akuntansi online berbasis web dari RedERP, yang juga telah dilengkapi oleh serangkaian sistem dan fitur mutakhir serta fungsional.

Di mana terkait kualitas informasi akuntansi merupakan salah satu aspek pasti yang selalu diperhatikan oleh Software Akuntansi RedERP.

Dengan fitur Report & Analysis, penyusunan laporan keuangan perusahaan Anda dapat menjadi lebih komprehensif, cepat, tepat, dan akurat.

Tentunya kualitas informasi akuntansi yang digunakan sudah terjamin mutu serta kevalidan datanya.

Software Akuntansi RedERP juga mampu mencegah terjadinya fraud atau human error dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Sehingga kualitas informasi akuntansi yang diperoleh dapat terjaga mutu serta keakuratannya. Jadi, tunggu apalagi? Ayo bergabung bersama kami untuk wujudkan operasi akuntansi perusahaan yang jauh lebih praktis, efisien, dan optimal!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami