Table of Contents
Table of Contents

Cara Mengembangkan Procurement Strategy yang Efektif

procurement strategy

Procurement strategy sangat penting dalam dunia bisnis. Penerapan strategi pengadaan ini memiliki peran penting dalam menjaga persediaan barang perusahaan tetap aman.

Oleh karena itu, procurement strategies harus dipikirkan dengan matang. Lalu, bagaimana cara efektif untuk menyusun strategy procurement barang?

Pada kesempatan kali ini, RedERP akan membahas seputar cara pembuatan strategi pengadaan yang efektif yang harus kalian pelajari sebelum memulai bisnis. 

Simak ulasan di bawah ini!

 

Apa Itu Procurement Strategy?

Dalam bisnis, istilah procurement mengacu pada tindakan memperoleh atau membeli barang dengan skala besar. 

Sedangkan, strategi procurement merinci pada bagaimana proses pengadaan dilakukan agar bisnis dapat berjalan tanpa kendala.

Dalam strategi procurement, terdapat tiga kerangka yang perlu ada. Ketiga kerangka tersebut adalah pemasok, produk atau layanan, serta metode dan prosedur yang digunakan selama pertukaran dengan pemasok.

Sementara itu, procurement strategy harus mencakup 6 hal agar menjadi efektif. Hal ini wajib untuk menlancarkan strategi tersebut.

Keenam hal itu di antaranya penyataan strategi, target atau hasil yang diinginkan, jangka waktu pengadaan, rencana taktis yang akan dilakukan, indikator kinerja utama, serta alat atau teknologi khusus yang akan digunakan dalam pengadaan.

Karena sebagian besar perusahaan membeli barang atau jawa melalui pemasok, berikut adalah beberapa jenis strategi procurement yang sering ditemukan saat berbisnis.

  1. Manajemen risiko
  2. Optimalisasi pemasok
  3. Pembelian hijau
  4. Pengembangan vendor
  5. Sumber global

 

Baca Juga: Procurement Process: Pengertian, Komponen, hingga Langkah Tepatnya

 

Mengapa Penting Menerapkan Procurement Strategy

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penerapan procurement strategy sangat diperlukan dalam dunia bisnis.

Apalagi, dalam sepuluh tahun terakhir, fungsi pembelian global telah mengalami transformasi yang sangat besar. Tim pembelian global mendapat banyak keuntungan saat menerapkan procurement strategy.

Kini, procurement strategy menjadi sebuah pilar produksi, inovasi, dan CSR di sebuah perusahaan. Procurement strategy juga sangat mencerminkan visi organisasi pasar. 

Maka dari itu, tujuan utama procurement strategy adalah memberi tim perangkat metode dan praktik yang sejalan dengan perhatian utama dari suatu perusahaan yang nantinya akan membantu meningkatkan profit dan juga mengurangi biaya berlebihan.

 

Tipe Procurement Strategi

Terlepas dari definisi di atas, terdapat beberapa tipe procurement strategy secara umum yang dapat diadopsi oleh semua pebisnis seperti:

  1. Pengurangan biaya
  2. Manajemen risiko
  3. Manajemen dan optimalisasi supplier
  4. Pembelian barang yang ramah lingkungan
  5. Pembelian barang secara global
  6. Manajemen kualitas
  7. Pengembangan vendor

 

Bagaimana Mengembangkan Procurement Strategi

Procurement strategies perlu dilakukan secara baik oleh perusahaan. Tak hanya itu, strategi ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan masing-masing. 

Untuk mengembangkan procurement strategies terbaik di perusahaan Anda, RedERP mempunyai solusinya. Simak baik-baik ulasan di bawah ini. 

 

1. Menganalisis Ekosistem Pasar dan Kondisi Perusahaan

Langkah awal adalah membuat peta bisnis dan ekosistemnya. Hal ini penting karena procurement strategies sangat erat hubungannya dengan kebutuhan nyata perusahaan. 

Untuk menciptakan procurement strategy yang baik dan realistis, sangat penting untuk mengidentifikasi ancaman dan peluang yang ada di pasar. Dengan demikian, strategi pengadaan yang dibuat akan sesuai dengan perusahaan.

 

2. Menetapkan Tujuan dan Prioritas

Sebuah perusahaan sudah pasti mempunyai visi dan misi. Prioritas yang dimaksud sering kali dikaitkan dengan visi perusahaan dan kebijakan globalnya. 

Dengan menetapkan prioritas, maka akan tercipta keseimbangan antara visi global, sumber daya, peluang serta hambatan yang mungkin akan terjadi. 

Berikut beberapa prioritas yang kerap kali muncul:

  • Pengurangan biaya atau procurement costs
  • Manajemen risiko rantai pasokan
  • Mengoptimalkan hubungan pemasok
  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Meningkatkan kegiatan pengadaan
  • Manajemen Mutu Total

Perusahaan bisa memilih tujuan dan prioritas di atas dalam menentukan strategi procurement. Bisa dibilang, strategi procurement yang dikembangkan merupakan kesimpulan logis dari kebijakan perusahaan.

Misalnya jika perusahaan menjunjung tinggi tanggung jawab sosial, maka memilih strategi procurement yang berlandaskan CSR adalah pilihan yang logis.

 

3. Mengidentifikasi Cara Mencapai Tujuan

Setelah tahapan kedua dilakukan dengan baik, maka langkah selanjutnya ialah perusahaan harus mengidentifikasi cara atau upaya dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dalam tahap ini, perusahaan perlu menetapkan budget, supplier, stakeholders yang akan terlibat dalam pengadaan, serta tools yang akan digunakan.

 

Baca Juga: Mengenal Cloud Procurement: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya

 

4. Menetapkan Indikator 

Pemantauan secara teratur akan memastikan procurement strategies berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, perusahaan perlu menetapkan indikator keberhasilan procurement.

Adanya indikator akan memudahkan perusahaan dalam memantau dan mengetahui hasil dari proses pengadaan.

Hal ini sangat penting apalagi memasuki industri 4.0 di mana procurement strategies terus berkembang. Perusahaan perlu memahami visi, strategi, lingkungan kerja, dan hasil dari penerapan strategi procurement agar pengadaan berjalan dengan lancar.

 

Terapkan Strategi Procurement Lebih Mudah dengan Software Procurement RedERP

 

Software ERP
Software ERP

 

Penerapan strategi procurement perusahaan Anda tentu memerlukan kehadiran perangkat penunjang guna memastikan kualitas hingga kepuasan outcome yang dihasilkan.

Software procurement adalah jawaban untuk menjaga kualitas dari penerapan procurement strategy bisnis perusahaan saat ini. 

Software procurement sendiri dirancang sedemikian rupa dengan sejumlah sistem dan modul yang bersifat suportif dan fungsional. Sehingga, pengimplementasian strategi procurement bisnis Anda bisa berjalan dengan baik. 

Di Indonesia, RedERP menjadi salah satu vendor software procurement terbaik sejauh ini. Software ini sudah membuktikan kualitas dan kompetensinya dalam membantu banyak perusahaan tanah air. 

Software procurement RedERP telah dilengkapi sistem dan fitur fungsional yang membantu perusahaan dalam mengelola proses pengadaan.

Fitur-fitur tersebut bisa membantu perusahaan dalam melacak pembelian, mengaudit pengadaan barang, mengajukan quotation, hingga mendokumentasikan transaksi pembelian.

Software procurement RedERP adalah jawaban nyata tercapainya sistem procurement bisnis perusahaan yang modern, praktis, dan optimal!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami