Table of Contents
Table of Contents

Sistem Konsinyasi: Pengertian dan Cara Menerapkannya Agar Untung

sistem konsinyasi

Sistem konsinyasi adalah salah satu cara para pebisnis untuk mendapatkan keuntungan lebih. Sebenarnya, metode ini bukanlah metode baru, bahkan mungkin Anda sendiri tanpa sadar sudah sering melakukan hal ini.

Sederhananya, konsinyasi sendiri adalah metode kerja sama yang dilakukan antara kedua belah pihak yang memiliki tujuan untuk meningkatkan keuntungan. 

Untuk mencari tahu lebih jauh mengenai apa saja seputar sistem konsinyasi, simak artikel RedERP berikut sampai tuntas ya!

 

Apa Itu Sistem Konsinyasi?

Sistem konsinyasi adalah sebuah perjanjian yang dilakukan oleh dua belah pihak, di mana barang yang dijual oleh salah satu pihak akan dititipkan oleh pihak yang lain untuk menjualnya dan pihak yang menjualnya akan mendapatkan komisi tertentu yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Dalam sistem konsinyasi terdapat sebutan bagi pemilik barang dan bagi pihak yang dititipi. Jika Anda berperan sebagai pihak pemilik barang, maka Anda disebut sebagai consignor, sedangkan jika Anda berperan sebagai pihak yang dititipi, maka Anda disebut sebagai consignee.

 

Ketika menerapkan sistem ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Consignor menyerahkan stok barang atau inventaris kepada pihak consignee, consignee tidak membeli barang yang dititipkan oleh consignor secara langsung.
  2. Consignee akan menjual barang yang dititipkan tersebut kepada para konsumennya.
  3. Melalui hasil penjualan ini, consignor akan mendapatkan keuntungan dan akan memberikan komisi kepada consignee.
  4. Apabila barang yang dititipkan tidak terjual atau tersisa, maka consignee dapat mengembalikan barang tersebut kepada pemilik barang atau consignor tanpa menimbulkan risiko.

 

Sistem konsinyasi ini banyak dilakukan oleh para pengusaha, karena dengan menggunakan metode ini pihak consignee yang berperan sebagai pihak yang dititipi dapat mengisi barang di toko mereka tanpa mengeluarkan modal. 

Sedangkan bagi pihak pemasok atau consignor juga akan mendapatkan keuntungan dari barang yang terjual. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan eksposur tanpa harus melakukan proses pemasaran.

 

Baca Juga: Cara Meningkatkan Profit Bisnis Perhiasan

 

Keuntungan Konsinyasi yang Bisa Anda Dapatkan

Sebagai seorang consignor maupun consignee dalam melakukan metode ini tentu Anda akan mendapatkan keuntungan sistem konsinyasi bagi bisnis yang akan dijalankan. 

 

Berikut adalah beberapa keuntungan sistem konsinyasi dari segi consignor atau pemilik barang.

  1. Memiliki peluang untuk memperluas pasar dan dapat menghemat biaya promosi atau pemasaran produk.
  2. Dapat menghemat biaya operasional, seperti penyewaan ruko dan membayar karyawan.
  3. Dapat meningkatkan product awareness kepada para konsumen baru.

 

Adapun keuntungan sistem konsinyasi yang dilihat melalui segi consignee atau pihak yang dititipi adalah sebagai berikut.

  1. Mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal.
  2. Apabila barang yang dijual tidak habis terjual atau kurang diminati oleh konsumen, consignee bisa melakukan retur barang kepada consignor tanpa harus membayar. 
  3. Dapat memasok atau memilih barang dari berbagai macam produk baru yang disediakan oleh pihak consignee agar dapat menarik calon pembeli.

 

Baca Juga: Mengenal Product Development dari Pengertian Hingga Tahapannya

 

Tips Menerapkan Sistem Penjualan Konsinyasi Agar Sama-sama Menguntungkan

Setelah memahami lebih dalam mengenai sistem konsinyasi dalam melakukan bisnis, terdapat beberapa tips yang perlu Anda ketahui agar kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut.

 

  1. Membuat perjanjian yang saling menguntungkan

Tips yang pertama ini perlu untuk Anda lakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak. Anda bisa melakukannya dengan memastikan isi perjanjian yang disepakati tidak akan merugikan salah satu pihak di kemudian hari.

 

  1. Memilih mitra kerjasama secara hati-hati

Hal ini berlaku bagi pihak consignor maupun pihak consignee, pastikan Anda melakukan riset terlebih dahulu mengenai rekam jejak dari salah satu pihak sebelum melakukan sistem konsinyasi.

 

  1. Memastikan produk yang dipilih sesuai dengan selera pasar yang berlaku

Tips yang ketiga ini juga perlu Anda perhatikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak. Sebagai seorang consignor maupun consignee, Anda harus bisa memastikan produk yang Anda pilih sesuai dengan selera pasar yang sedang berlaku.

 

  1. Menambahkan jumlah toko yang akan diajak bekerjasama

Setelah melakukan ketiga tips di atas, Anda juga bisa menerapkan tips yang keempat yaitu dengan menambahkan jumlah toko yang akan diajak bekerjasama.

Semakin banyak pihak yang bersedia kerja sama, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan.

 

Kesimpulan

Ketika melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, tentu akan menimbulkan beberapa risiko bagi perusahaan yang sedang Anda jalankan.

Untuk menghindari risiko tersebut Anda bisa mengikuti beberapa tips yang sudah dijelaskan di atas mengenai penerapan sistem penjualan konsinyasi agar sama-sama mendapatkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Itulah penjelasan mengenai metode kerjasama dengan sistem konsinyasi yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang ingin menerapkan sistem konsinyasi.

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami