Table of Contents
Table of Contents

Apa itu Depresiasi Aset Tetap? ini Pengertian dan Metodenya

asset management

Depresiasi aset adalah sebuah istilah yang sering dan banyak ditemui dalam dunia ekonomi, khususnya di bidang akuntansi.

Istilah ini merujuk pada perhitungan nilai dari aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, terutama aset atau aktiva tetap. 

Setiap perusahaan pastinya memiliki berbagai jenis biaya yang harus dibayarkan setiap waktunya, depresiasi merupakan salah satu dari jenis biaya yang harus dibayarkan tersebut.

Depresiasi aset merupakan biaya yang tidak bisa dihindari oleh setiap aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

Secara sederhana depresiasi digunakan untuk menghitung penyusutan atau penurunan nilai yang dialami oleh aset di perusahaan, terutama aset tetap.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, dalam artikel ini RedERP akan menjelaskan secara lengkap mengenai alasan kenapa perusahaan perlu untuk melakukan depresiasi aset. Simak penjelasannya di bawah ini!

 

Baca juga: Apa Untungnya Menerapkan Sistem Manajemen Aset Dalam Perusahaan?

 

Apa Artinya Aset Tetap?

Guna mempermudah Anda dalam memahami depresiasi aset. Ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa artinya aset tetap atau fixed asset.

Aset tetap adalah sebuah aset yang digunakan oleh perusahaan untuk menunjang aktivitas atau kegiatan operasionalnya. Aset tetap umumnya digunakan untuk memproduksi barang atau jasa, disewakan ke pihak lain, maupun untuk kepentingan administratif. 

Mudahnya, aset tetap merupakan sebuah barang atau properti yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. Karena bersifat jangka panjang, maka aset tidak bisa langsung dijadikan atau dicairkan menjadi uang tunai dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Aset tetap sendiri meliputi gedung, kendaraan, mesin, pabrik, furnitur, peralatan kantor, dan sejenisnya. Fixed asset atau aset tetap diharapkan untuk dapat digunakan lebih dari satu periode waktu atau untuk jangka waktu yang panjang.

 

Definisi Depresiasi

Depresiasi adalah pengurangan atau penyusutan yang terjadi terhadap nilai dari aset tetap perusahaan karena digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Depresiasi sering digunakan dalam dunia akuntansi, salah satunya untuk menghitung umur dari aset yang ada di perusahaan.

Usia aset yang semakin lama atau semakin sering digunakan, maka akan mengalami penurunan kuantitas dan juga kualitas dari aset tersebut.

Sebagai contoh, mesin produksi yang digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama atau sudah berusia tua, pastinya akan memiliki nilai atau harga ekonomi yang rendah, dibandingkan dengan mesin yang baru dan masih bagus fungsinya.

Pengurangan fungsi dari aset inilah yang dinamakan dengan biaya depresiasi. Biaya depresiasi adalah sebuah pengalokasian untuk menggantikan aset perusahaan yang nilainya terus mengalami penurunan sampai tidak bisa digunakan lagi nantinya.

 

Baca juga: Fungsi Laporan Stok Opname dan Cara Membuatnya di Excel

 

Metode Depresiasi Aset Tetap

Perlu untuk Anda ketahui bahwa, terdapat beberapa metode depresiasi aset tetap. Berikut adalah metode-metode yang dapat digunakan:

 

1. Metode Aktivitas

Dalam metode yang pertama ini, depresiasi diukur berdasarkan fungsi dari produktivitas atau penggunaannya, bukan berdasarkan waktu yang berlalu atau umur dari aset tersebut.

 

Rumusnya:

Depresiasi = [(Biaya Perolehan – Nilai Residu) x Estimasi Usia Penggunaan] : Usia Produktif

 

Perlu diingat bahwa, metode aktivitas memiliki kelemahan, yakni tidak tepat digunakan untuk keadaan penyusutan yang tidak didasari oleh fungsi aktivitas, contohnya seperti fungsi waktu atau usia aset.

 

2. Metode Beban Menurun

Metode perhitungan yang kedua ini yaitu dengan menjadikan total pendapatan tahunan dan penurunan saldo sebagai acuannya.

Nantinya beban penyusutan nilainya akan lebih besar pada periode awal dan lebih rendah pada periode berikutnya.

 

Rumusnya:

Penyusutan = Harga Pembelian Aset x Persentase Penyusutan

 

3. Metode Garis Lurus

Metode garis lurus berbanding terbalik dengan metode aktivitas. Dimana pada metode ini, perhitungan penyusutan didasari fungsi dari waktu bukan fungsi pemakaian atau aktivitas.

Namun, metode ini seringkali dianggap kurang akurat, dikarenakan hasil penggunaan aset yang sama setiap periodenya.

 

Rumusnya:

Nilai Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) : Usia Ekonomis

 

4. Metode Depresiasi Khusus

Metode selanjutnya merupakan cara menghitung melalui metode perusahaan atau akuntan. Tujuan dari metode ini yaitu untuk mengetahui manfaat dari penurunan aset yang terjadi.

Anda tidak memerlukan rumus dalam melakukan metode perhitungan ini, tetapi Anda hanya perlu menggunakan metode kelompok dan campuran. Metode kelompok berguna untuk mengukur aset homogen melalui kemiripan fungsi, sedangkan metode campuran digunakan berdasarkan akuntan.

 

5. Metode Unit Produksi

Metode depresiasi yang terakhir yaitu unit produksi. Dimana perhitungan dilakukan dengan cara melakukan perincian perhitungan aset dalam satuan waktu (jam) dan berat (kg).

 

Rumusnya:

Depresiasi = (Harga Perolehan –  Nilai Residu) x (Pemanfaatan Aset : Estimasi Kapasitas Tertinggi)

 

Apa Dampaknya Jika Tidak Menghitung Depresiasi Aset Tetap?

Melakukan perhitungan pada nilai depresiasi pada perusahaan berskala besar, merupakan hal penting yang harus dilakukan, karena nilai tersebut berhubungan erat dengan nilai dari aset perusahaan.

Tidak menghitung atau melakukan perhitungan yang salah pada depresiasi aset tetap perusahaan, akan memberikan dampak buruk bagi perusahaan, salah satunya yaitu timbulnya masalah dalam melakukan pembayaran perpajakan.

Guna mencegah hal ini untuk terjadi, Anda memerlukan sebuah sistem yang mampu untuk menunjang kegiatan perhitungan depresiasi di perusahaan, terutama untuk perusahaan yang memiliki skala besar.

Dengan menggunakan software manajemen aset dari RedERP kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan operasional perusahaan, seperti pengelolaan, pemeliharaan, hingga pelaporan aset bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan tepat.

Terdapat 4 fitur utama dari software aset manajemen RedERP, yakni:

 

  1. Asset Maintenance
  2. Asset Operations
  3. Report & Analysis
  4. Depreciation

 

Mudahkan kegiatan depresiasi aset tetap perusahaan dengan software ERP terbaik dari kami! 

Ajukan Demo mengenai fitur software asset management disini

 

Demikian pembahasan mengenai alasan kenapa perusahaan harus menghitung depresiasi aset tetap yang dimiliki.

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda jadi memahami peran penting dari depresiasi aset, baik pada bidang akuntansi maupun pada perusahaan. Semoga bermanfaat!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami