Table of Contents
Table of Contents

Make to Order Adalah Strategi Produksi, Ini Ciri hingga Contohnya

make to order adalah

Sistem produksi Make to Order (MTO) telah menjadi populer di banyak perusahaan karena dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi produksi. 

Implementasi MTO telah sukses dalam beberapa industri, dengan memulai produksi setelah menerima pesanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Untuk membantu Anda lebih memahami sistem produksi satu ini, mari simak artikel RedERP berikut ini!

 

 

Apa Itu Make To Order?

Make to order merupakan jenis sistem produksi di mana produk dibuat setelah menerima pesanan dari pelanggan. Dalam sistem ini, pelanggan memiliki kebebasan untuk menyesuaikan spesifikasi produk sesuai keinginan mereka.

Perusahaan yang menerapkan sistem ini cenderung lebih fokus pada kepuasan pelanggan.

Meskipun demikian, perusahaan tersebut masih melakukan manajemen persediaan, namun persediaan yang dijaga terbatas pada bahan baku dan komponen dasar produk.

 

Baca Juga: Proses Bisnis: Pengertian, Jenis, Tahap sampai Contohnya

 

Karakteristik Make To Order

Karakteristik dari sistem produksi MTO adalah sebagai berikut:

 

1. Produksi Berdasarkan Pesanan

Produk diproduksi hanya setelah adanya pesanan dari pelanggan, sehingga tidak ada produksi sebelumnya tanpa permintaan atau pesanan.

Hasilnya, perusahaan bisa membuat produk yang memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

 

2. Fleksibilitas Produksi

Dalam model ini, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan proses produksi dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan dapat meningkatkan proses produksi sesuai dengan pesanan pelanggan.

 

3. Waktu Produksi yang Lebih Lama

Karena produk dibuat setelah adanya pesanan, waktu produksi cenderung lebih lama. 

Ini terjadi karena perusahaan harus menyiapkan bahan baku dan melaksanakan proses produksi setelah menerima pesanan.

 

4. Biaya Produksi yang Lebih Tinggi

Karena setiap produk dibuat khusus untuk setiap pesanan, biaya produksi cenderung lebih tinggi. Ini disebabkan oleh persiapan bahan baku dan proses produksi yang perlu dilakukan setiap kali ada pesanan.

 

5. Fokus pada Pelanggan

Perusahaan menjadikan pelanggan sebagai prioritas utama dalam proses produksi. 

Dengan melakukan penyesuaian produk sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan, perusahaan dapat mendapatkan keuntungan dari tingkat kepuasan yang tinggi yang diberikan kepada pelanggan.

 

Baca Juga: Pengertian Blue Ocean Strategy dan Cara Mengembangkannya

 

Perbedaan Make To Order vs Make To Stock

Make to stock adalah sistem produksi di mana produk sudah diproduksi terlebih dahulu dan kemudian dipromosikan kepada target pasar. Sedangkan, make to order adalah sistem produksi di mana produk diproduksi setelah menerima pesanan dari pelanggan.

Biasanya, sistem make to stock diterapkan oleh perusahaan yang memproduksi produk yang pasti dibutuhkan oleh banyak orang, seperti sabun mandi atau makanan kaleng. Selain itu, biasanya perusahaan juga sudah memiliki posisi yang kuat di pasar.

Di sisi lain, make to order lebih cocok untuk perusahaan memiliki volume penjualan yang tidak pasti.

 

Baca Juga: Batch Production: Keuntungan, Tantangan, serta Contohnya

 

Kelebihan dan Kekurangan Make To Order

Tentu saja terdapat kelebihan dan kekurangan dari sistem produksi MTO, mari kita kenali keduanya.

 

Kelebihan Make To Order

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem produksi make to order:

 

a. Penyesuaian Produk

Metode MTO memungkinkan perusahaan untuk melakukan penyesuaian atau pun kustomisasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi klien.

Hal ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan membuat produk lebih menarik di pasar.

 

b. Menghemat Biaya Persediaan

Karena produksi dilakukan saat ada pesanan, perusahaan tidak perlu menyimpan persediaan produk yang tidak terjual.

Dengan demikian, biaya persediaan dapat dihemat, sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan.

 

3. Pengambilan Keputusan yang Lebih Akurat

Dengan membuat produk sesuai dengan pesanan maka, sistem produksi ini dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang preferensi dan kebutuhan pelanggan. 

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih tepat mengenai produk dan pasar yang dapat memberikan keunggulan kompetitif.

 

4. Fleksibilitas

Sistem produksi ini memberikan fleksibilitas kepada perusahaan dalam menyesuaikan proses produksi dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, perusahaan dapat dengan cepat menanggapi perubahan permintaan pasar dan mengikuti tren yang sedang berlangsung.

 

Kekurangan Make To Order

Sedangkan berikut adalah kekurangan dari sistem make to order:  

 

a. Waktu Produksi yang Lebih Lama 

Dalam model Make to Order dapat mengakibatkan peningkatan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk setelah adanya pesanan.

Hal ini dapat mengakibatkan penundaan dalam pengiriman produk dan berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pelanggan yang diharapkan.

 

b. Biaya Produksi yang Lebih Tinggi

Biaya produksi dalam sistem MTO cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan model Make to Stock.

Hal ini disebabkan oleh pembuatan produk yang khusus untuk setiap pesanan, yang memerlukan biaya tambahan untuk persiapan bahan baku dan pelaksanaan proses produksi. 

Peningkatan biaya produksi ini dapat berdampak negatif terhadap keuntungan perusahaan.

 

c. Angka Penjualan yang Tidak Stabil

Karena produksi berdasarkan dari pesanan yang dilakukan oleh pelanggan atau klien, pendapatan penjualan menjadi tidak stabil.

Bisa saja dalam satu periode tertentu tidak ada pesanan, maka tidak ada penjualan.

 

d. Menyulitkan Perusahaan

Biasanya perusahaan akan menangani pesanan dengan spesifikasi tertentu yang diminta oleh konsumen. Hal ini seringkali menyulitkan perusahaan serta produsen.

Dalam keseluruhan, meskipun model MTO memiliki keuntungan tertentu dalam hal penyesuaian produk dan kepuasan pelanggan.

Penting untuk memerhatikan aspek waktu produksi yang lebih lama, biaya produksi yang lebih tinggi, dan risiko penolakan pesanan yang dapat memeengaruhi efisiensi dan profitabilitas perusahaan.

 

Contoh Make To Order

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang implementasi model make to order dalam suatu perusahaan, berikut ini dapat disimak penjelasannya.

Misalkan ada sebuah perusahaan yang membuat sepatu kustom. Mereka tidak memiliki persediaan sepatu yang sudah jadi. Ketika seorang pelanggan memesan sepatu, perusahaan tersebut akan mulai proses produksi. 

Pelanggan dapat memilih warna, desain, ukuran, dan detail lainnya sesuai dengan preferensi mereka.

Setelah pesanan diterima, perusahaan akan mempersiapkan bahan baku yang diperlukan dan memulai proses produksi. Setelah selesai, sepatu akan dikirim ke pelanggan sesuai dengan instruksi pengiriman yang diberikan.

Contoh lainnya adalah sebuah perusahaan pembuatan perabotan dapur kustom.  Mereka tidak membuat perabotan secara massal atau memiliki persediaan perabotan siap jual.

Ketika seorang pelanggan memesan meja dapur kustom, perusahaan akan berkomunikasi dengan pelanggan untuk mendapatkan detail spesifikasi yang diinginkan, seperti ukuran, bahan, dan desain.

Setelah pesanan dikonfirmasi, perusahaan akan memulai proses produksi, memotong bahan sesuai dengan ukuran dan desain yang diminta, dan merakit perabotan dapur sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Setelah selesai, perabotan dapur akan dipasang dan disampaikan ke lokasi yang ditentukan oleh pelanggan.

Dalam kedua contoh di atas, produk tidak diproduksi sebelum adanya pesanan. Proses produksi dimulai setelah pesanan diterima, dan produk disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan.

 

Kelola Kegiatan Produksi dengan Software Manufaktur RedERP

 

Software ERP
Software ERP

 

Make to order adalah salah satu sistem produksi yang memungkinkan perusahaan memiliki kontrol terhadap apa yang ingin mereka produksi. Ini karena proses produksi akan berjalan saat ada pesanan.

Walau begitu, agar tidak merugikan dan memakan cost yang besar, melakukan pengelolaan dan manajemen manufaktur yang baik sangat dibutuhkan.

Mengelola kegiatan produksi dengan menggunakan software manufaktur seperti RedERP dapat memberikan banyak manfaat dan efisiensi bagi perusahaan. 

Software Manufaktur RedERP adalah software yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan proses produksi menjadi lebih sederhana. Di dalam satu perangkat, Anda akan mendapatkan banyak fitur yang akan membuat proses produksi berjalan lebih efektif dan efisien.

Sebut saja fitur Product Scheduling yang akan membantu Anda dalam membuat jadwal produksi untuk memastikan proses produksi tepat waktu dan tidak terlalu lama.

Lalu ada juga fitur Manufacturing Execution yang akan mencatat berbagai aktivitas produksi untuk membantu menghitung HPP.

Ada juga fitur Quality Standard Management yang membantu Anda memastikan setiap produk memiliki kualitas yang sama sehingga bisa menyenangkan hati pelanggan.

Dengan menggunakan Software RedERP, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya produksi, meningkatkan visibilitas, memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data yang akurat. 

Ayo ajukan demo gratis sekarang juga!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami