Table of Contents
Table of Contents

Barang Substitusi Adalah: Pengertian, Jenis, hingga Contohnya

barang substitusi adalah

Barang substitusi adalah salah satu istilah dalam dunia ekonomi yang sangat lazim diterapkan oleh para pelaku usaha di berbagai sektor industri saat ini. 

Kehadiran barang substitusi sendiri tidak dapat terhindarkan, mengingat kondisi pasar yang sering kali mengalami peningkatan secara tiba-tiba. Kondisi pasar tersebut mendorong para pelaku usaha untuk melahirkan barang substitusi guna memenuhi permintaan para konsumen di pasaran.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu barang substitusi, berikut RedERP telah merangkum wawasan mengenai topik terkait pada artikel di bawah ini!

 

Pengertian Barang Substitusi 

Barang substitusi adalah barang atau produk yang dapat digunakan sebagai alternatif satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen.

Pada umumnya, barang ini memiliki fungsi atau karakteristik yang sama atau mirip dengan barang lainnya, sehingga konsumen dapat memilih antara keduanya.

Barang pengganti atau substitusi juga mempunyai makna sebagai suatu barang yang berperan dalam menggantikan suatu produk primer di pasaran demi memenuhi permintaan konsumen. 

Di mana jika barang suatu barang primer tidak tersedia dalam jangka waktu cukup lama, maka pelanggan dapat beralih ke produk substitusi sembari menunggu ketersediaan barang primer yang mereka inginkan di pasaran.

Kehadiran barang ini sendiri membawa keuntungan bagi pihak penjual maupun pembeli.

Dari pihak pembeli, para konsumen dapat lebih leluasa dalam menentukan pilihannya ketika membeli suatu barang di pasaran.

Sedangkan dari pihak penjual, adanya barang substitusi mampu merangsang kompetisi yang lebih sehat. 

Pada umumnya, barang substitusi yang tersedia di pasaran biasanya memiliki sejumlah persamaan maupun perbedaan dengan produk primer.

Perbedaan ataupun persamaan produk primer dan barang subtitusi bisa meliputi harga, kualitas, bentuk fisik, sistem kerja produk, manfaat, hingga fungsi.

Dalam kasus nyata, barang substitusi juga sering kali mampu memengaruhi dinamika permintaan konsumen di pasaran.

 

Baca Juga: Barang Ekonomi: Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan Barang Bebas

 

Jenis Barang Subtitusi 

Secara garis besar, barang substitusi terbagi menjadi 2 jenis yaitu sempurna dan tidak sempurna. Berikut penjelasan mengenai kedua jenis barang tersebut.

 

  1. Barang Substitusi Sempurna

Barang substitusi sempurna adalah barang yang terbilang identik dengan produk lainnya mulai dari segi fungsi, manfaat, dan bentuk.  Sehingga, cara penggunaan barang ini serupa untuk menggantikan produk primer di pasaran.

Contoh barang substitusi sempurna ialah antara iOS dan Android. Keduanya berasal dari produsen berbeda, namun pelanggan dapat memanfaatkan fungsinya untuk berkomunikasi maupun sekadar bermain gim.

 

  1. Barang Substitusi Tidak Sempurna 

Berbeda dengan barang substitusi sempurna, barang substitusi tidak sempurna justru memiliki tingkat substitusi yang lebih rendah.

Produk yang tergolong sebagai barang substitusi tidak sempurna akan menawarkan karakteristik kinerja terbilang mirip serta ditargetkan pada pasar yang sama.

Umumnya, perbedaan yang tampak dari barang substitusi jenis ini terletak pada bentuk fisik ataupun kinerjanya. 

Sebagai contoh, AC (Air Conditioner) dan kipas angin memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai penyejuk ruangan. Akan tetapi, keduanya memiliki bentuk fisik serta sistem kerja produk yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat terlihat secara jelas oleh pihak konsumen.

Baca Juga: Apa Itu Product Development dan Tahapannya?

 

Perbedaan Barang Substitusi dengan Komplementer 

Barang substitusi dengan barang komplementer atau pelengkap tidaklah sama. Keduanya memiliki sejumlah perbedaan mulai dari kurva permintaan, sifat permintaan, elastisitas harga, hingga ketergantungan tertentu. 

Adapun perbedaan antara barang substitusi dengan barang komplementer dapat dilihat dari sejumlah hal di bawah ini:

  • Pengertian: Mudahnya, barang substitusi bertujuan untuk menggantikan suatu produk guna memenuhi permintaan pelanggan. Sementara, barang kontemporer adalah produk yang dikonsumsi secara bersamaan demi memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen. 
  • Kurva Permintaan: Barang substitusi memiliki tren kurva permintaan positif alias meningkat dibandingkan suatu produk primer. Sedangkan, barang kontemporer memiliki tren kurva permintaan yang tergolong sejajar dan bersifat tentatif. Artinya, naik atau turunnya rasio permintaan bergantung pada kondisi mayoritas konsumen. 
  • Sifat Permintaan: Sifat permintaan barang substitusi tergolong kompetitif, sementara barang komplementer cenderung normal.
  • Hubungan antara Harga-Permintaan: Barang substitusi memiliki hubungan langsung terkait harga dengan permintaan. Sedangkan harga dengan permintaan barang komplementer berbanding terbalik.
  • Elastisitas Harga Silang dari Permintaan: Kurva permintaan produk substitusi memiliki tren positif dibandingkan barang komplementer yang justru mengarah pada tren negatif.
  • Pola Lereng Permintaan: Pola lereng permintaan barang substitusi pada kurva mengarah miring ke atas. Sedangkan, barang komplementer juga miring namun mengarah ke arah bawah.

 

Ciri-ciri Barang Substitusi

Tidak setiap produk yang tersedia dalam sebuah pasar bisa dikategorikan sebagai barang substitusi. Sebuah produk dapat dikatakan sebagai barang substitusi apabila memiliki sejumlah ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berperan sebagai pengganti saat produk utama dalam suatu pasar tengah mengalami kelangkaan. 
  • Mempunyai fungsi dan kualitas yang sama dengan produk primer.
  • Umumnya dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan komoditi primer.
  • Harus dapat memberikan kemudahan akses bagi pelanggan luas yang ingin membelinya.
  • Bersifat mudah tergantikan karena pada umumnya akan muncul produk serupa di pasaran. Konsumen akan memiliki keleluasaan untuk mencoba-coba. 
  • Barang substitusi cenderung tidak memiliki pelanggan setia, karena perannya hanyalah sebagai pengganti sementara atas suatu produk primer di pasaran.

 

 

Contoh Barang Substitusi 

barang substitusi adalah

 

Guna memudahkan pemahaman Anda, berikut sejumlah contoh barang subtitusi yang dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mentega dengan margarin
  • Buku fisik dengan e-book
  • Ikan tuna dengan Ikan salmon
  • Anting dengan kalung
  • Layanan televisi satelit dengan layanan televisi kabel
  • Laptop dengan komputer
  • Video game online dengan permainan papan tradisional 
  • Pepsi dengan Coca-Cola
  • McDonald dengan Burger King
  • Pizza Hut dengan Domino
  • Playstation dengan Xbox
  • iPhone dengan Samsung Galaxy
  • Layanan transportasi mobil dengan kereta api

 

Faktor yang Memengaruhi Permintaan Barang Substitusi 

Kemunculan barang substitusi yang beredar di pasaran bersumber dari adanya permintaan konsumen. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi permintaan konsumen terhadap suatu barang subtitusi antara lain:

 

  1. Harga

Faktor ini memiliki peran utama dalam memengaruhi timbulnya permintaan produk pengganti. Contohnya, konsumen cenderung akan mencari produk beras berkualitas terbaik dengan harga jual yang lebih murah di pasaran dibandingkan produk beras dengan kualitas terbaik dengan harga yang tergolong mahal.

 

  1. Biaya Pergeseran

Faktor ini berkaitan dengan biaya produksi tambahan yang harus dikeluarkan pelanggan untuk berpindah dari produk primer ke barang pengganti.

Jika faktor ini memiliki biaya yang tergolong tinggi, maka rasio permintaan barang pengganti akan menjadi rendah dan begitupun sebaliknya.

 

  1. Kualitas

Faktor kualitas mengacu pada baik atau buruknya sebuah produk pengganti. Apabila suatu produk pengganti mampu memberikan kualitas tinggi sekalipun dengan harga lebih mahal dibandingkan produk primer, maka peluang terjadinya peningkatan permintaan terhadap barang substitusi oleh pihak konsumen semakin tinggi.

 

  1. Ketersediaan

Faktor terakhir yang turut ambil andil dalam memengaruhi permintaan konsumen terhadap barang substitusi adalah ketersediaan. Faktor ini mengarah pada jumlah serta kemudahan akses sebuah produk substitusi.

Jika sebuah produk substitusi tergolong mudah diakses dan memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan barang primer. Maka konsumen akan cenderung membeli produk substitusi dibandingkan barang primer di pasaran.

 

Kesimpulan

Barang substitusi adalah barang yang menggantikan produk primer di pasaran. Adanya barang ini bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen.

Jika Anda adalah seorang pebisnis, ada baiknya Anda menjual barang primer dan barang substitusi secara sekaligus. Hal ini dilakukan untuk memberi keleluasaan bagi konsumen untuk memilih barang yang diinginkannya.

Misalnya, konsumen bisa membeli margarin apabila mentega sudah habis. Jika toko Anda menyiapkan keduanya, maka Anda bisa mengakomodir keinginan konsumen tersebut.

Software ERP
Software ERP

Namun, untuk mengelola persediaan barang tersebut, Anda membutuhkan perhatian khusus. Supaya lebih mudah, Anda bisa mengelola persediaan barang dengan Software Inventory RedERP.

Software Inventory dari RedERP akan memudahkan Anda untuk mengelola stok barang. Melalui fitur Stock Opname, Anda bisa mengetahui ketersediaan barang dan memastikan barang berada dalam kondisi terbaiknya. Jika kondisi barang diketahui, Anda juga bisa menghindari barang kedaluwarsa atau rusak.

Aplikasi RedERP sangat bermanfaat bagi bisnis Anda. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakannya. Mulai sekarang, segera hubungi tim RedERP di situs resminya untuk menggunakan aplikasi ini!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami