Table of Contents
Table of Contents

Produksi Massal: Arti, Tahapan, Keuntungan serta Contohnya

produksi massal

Produksi massal merupakan salah satu respon perusahaan dalam menanggapi lonjakan permintaan distributor atau konsumen yang terjadi konsisten di setiap periode. 

Cara tersebut bertujuan agar perusahaan mampu memenuhi permintaan pasar guna meningkatkan efisiensi produksi, sehingga seluruh permintaan distributor atau konsumen dapat terpenuhi secara tepat waktu.

Seperti yang diketahui apabila permintaan pasar dapat terpenuhi dengan baik secara konsisten, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan.

Misalnya mampu menumbuhkan rasio retensi atau satisfaction konsumen hingga meningkatkan kualitas jaringan kerja sama dengan mitra distributor perusahaan. 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengertian dan contoh produksi massal, simak artikel berikut ini!

 

Pengertian Produksi Massal

Produksi massal adalah kegiatan memproduksi barang dengan skala besar secara konsisten atau terus menerus. 

Dalam dunia industri, sistem produksi massal juga biasa disebut sebagai produksi aliran, produksi aliran berulang, produksi seri, ataupun produksi serial.

Saat ini, mayoritas produksi massal di perusahaan sudah menerapkan mekanisme otomatisasi melalui penggunaan teknologi mesin dan sistem operasional yang modern. 

Konsep ini juga diiringi dengan pemanfaatan karyawan dalam jumlah banyak pada sejumlah perusahaan yang sudah memiliki sistem produksi canggih dan kompleks. 

Walaupun begitu, tidak jarang perusahaan besar mengurangi jumlah karyawannya saat menerapkan konsep produksi ini.

Alasannya karena penggunaan mesin dan sistem operasional modern dinilai sudah cukup menunjang proses produksi massal pihak perusahaan.

 

Keuntungan Produksi Massal

Adapun keuntungan produksi massal yang dapat diperoleh perusahaan apabila menerapkan operasi produksi ini adalah sebagai berikut:

 

1. Menekan Biaya Produksi

Perusahaan yang menerapkan operasi produksi secara massal umumnya menggunakan teknologi mesin dan sistem operasional termutakhir. Penggunaan teknologi tersebut dapat menekan biaya produksi seminimal mungkin. 

 

2. Memangkas Waktu agar Produksi Lebih Cepat 

Dengan menggunakan teknologi mesin dan sistem operasional termutakhir, efektivitas dan efisiensi proses produksi perusahaan dapat meningkat.

Sehingga, sekalipun perusahaan tengah dihadapi oleh statistik permintaan yang terus meningkat, operasi produksi perusahaan tetap berjalan lancar.

 

3. Meminimalisir Kesalahan Produksi

Teknologi mesin dan sistem operasional yang modern dapat meminimalisir terjadinya kesalahan selama aktivitas produksi berlangsung.

Alasannya karena kedua komponen tersebut telah dirancang sedemikian rupa dengan spesifikasi tingkat presisi produksi yang tinggi. 

 

4. Meningkatkan Tingkat Keselamatan Karyawan 

Melalui penggunaan mesin dan sistem operasional berteknologi modern, perusahaan mampu menurunkan risiko terjadinya kecelakaan kerja.

Hal ini penting mengingat mayoritas mesin dan sistem operasional saat ini telah menerapkan metode otomatisasi.

 

5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Semakin tinggi jumlah barang yang mampu diproduksi, maka statistik produktivitas perusahaan turut meningkat. Hal ini tentu saja akan menumbuhkan citra baik perusahaan di mata mitra distributor ataupun konsumen. 

 

Baca Juga: Apa Itu Aset Produktif dalam Dunia Bisnis?

 

6. Memperbesar Peluang Memenangkan Kompetisi Pasar

Konsistensi dalam memenuhi permintaan barang adalah kunci utama bagi suatu perusahaan untuk memenangkan kompetisi di pasar. 

Dengan mengimplementasikan mesin dan sistem operasional berteknologi termutakhir dalam proses produksi massa, perusahaan mampu memenuhi permintaan barang.

Alhasil, perusahaan berpeluang besar dapat memenangkan kompetisi pasar dengan pihak kompetitor lainnya. 

 

7. Berpeluang Memperluas Daya Jual Produk di Pasaran

Semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menciptakan produk berkuantitas besar dengan kurun waktu yang singkat, maka peluang perluasan daya jual produk perusahaan di pasaran juga akan meningkat.

Hal ini karena kemampuan produksi perusahaan juga dapat memengaruhi aspek distribusi mereka. 

 

8. Kualitas Produk Perusahaan Lebih Terjaga

Penerapan sistem otomatisasi modern pada mesin atau sistem operasional dalam proses produksi massal mampu menjaga kualitas produk perusahaan secara konsisten. 

Menjaga kualitas produk sama dengan meningkatkan kepuasan distributor maupun pelanggan luas. Alhasil, perusahaan akan lebih banyak mendapatkan profit di kemudian hari.

 

Tahapan Produksi Massal

 

Tahapan Produksi Massal
Tahapan Produksi Massal

 

Setidaknya terdapat 5 tahapan produksi massal yang perlu Anda ketahui, berikut ini uraiannya. 

 

1. Merancang Dokumen Persyaratan Produk dan Disetujui oleh Seluruh Divisi 

Dokumen persyaratan produk atau Product Requirements Documentation (PRD) yang sudah ditandatangani oleh seluruh divisi merupakan syarat wajib sebelum melakukan operasi produksi massal.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penandatanganan dokumen ini yaitu manajer produksi dan pimpinan divisi lainnya, antara lain quality assurance (QA), teknik, pemasaran, dan penjualan.

Kehadiran dokumen ini merupakan dasar berbagai keputusan produksi. Maka dari itu, setiap keputusan produksi nantinya harus berlandaskan isi dokumen persyaratan produk yang telah disepakati sebelumnya.

Akan tetapi meskipun sudah ditetapkan, dokumen ini masih berpeluang untuk direvisi. Apabila ke depannya terdapat informasi baru yang memiliki dampak signifikan bagi proses produksi nanti, maka dokumen akan diubah.

Perubahan yang terjadi juga turut ditinjau dan disetujui ulang oleh para pimpinan divisi terkait.

 

Adapun isi yang tercantum dalam dokumen persyaratan produk, mencakup:

a. Daftar fitur yang akan disertakan dalam produk

b. Metrik performa detail yang wajib dipenuhi oleh seluruh fitur

c. Estimasi volume produksi

d. Proyeksi biaya target 

c. Jadwal rilis produk 

d. Roadmap produk

 

Baca Juga: Manfaat Quality Control bagi Bisnis Perusahaan Anda

 

2. Melaksanakan Validasi dan Proses Pengujian Teknik

Dalam bahasa asing proses ini juga disebut sebagai Engineering Validation and Testing (EVT). Pemberlakuan proses ini berlaku untuk produk-produk yang mempunyai fitur teknis.

Di tahapan EVT, tim teknik yang bertugas akan menggunakan sejumlah metode agar fitur-fitur yang tercantum dalam PRD. Pada tahapan ini tim teknik akan memanfaatkan berbagai metode supaya fitur yang disebutkan dalam PRD sesuai dan dimiliki oleh suatu produk.

Namun apabila terdapat risiko di dalamnya, maka tim teknik yang bertugas akan meminimalisir atau bahkan menghilangkannya sebelum produk akhir diciptakan.

Serupa dengan tahapan pertama, setiap produk yang lolos perlu mendapatkan persetujuan dan melengkapi seluruh persyaratan fungsional serta estetika pada PRD.

 

3. Melangsungkan Validasi dan Pengujian Desain

Proses berikutnya adalah Design Validation and Testing (DVT) atau tahapan validasi dan pengujian desain.

Pada tahap ini, terdapat proses penentuan bahan dan desain mekanis potensial yang mampu memenuhi estetika serta syarat bentuk akhir suatu produk. Kedua syarat tersebut telah tercantum dalam dokumen PRD yang telah disetujui sebelumnya.

Dalam menjalankan tahapan DVT, pihak-pihak yang terlibat harus cermat. Alasannya karena hasil akhir dari tahapan ini nantinya akan menjadi acuan bagi perusahaan dalam berinvestasi untuk memperoleh peralatan, bahan, hingga menjaga kelancaran proses produksi.

Persyaratan yang harus dipenuhi suatu produk agar dapat lolos dari tahapan DVT adalah mendapatkan persetujuan dari divisi terkait dan melengkapi semua persyaratan fungsional serta estetika di PRD.

 

4. Menjalankan Validasi dan Pengujian Produksi

Tahapan keempat adalah validasi dan pengujian produksi atau Production Validation and Testing (PVT). 

Tahapan PVT bertujuan untuk memperkuat proses produksi yang akan dijalankan nantinya dan mempersiapkan rantai pasokan

Melalui upaya tersebut, perusahaan dapat mengetahui kelemahan prosesor produksi dan mengukur kesiapan guna mengembangkan skala produksi ke tingkat massal.

Pada tahapan ini, setiap desain produk yang lolos akan diuji kelayakannya dalam skala produksi. Dalam praktiknya tahapan ini terkadang memerlukan penyesuaian minor, dari hasil DVT ke skala produksi atau bahkan melakukan perubahan besar.

 

5. Proses Produksi Dapat Dilaksanakan 

Di tahapan terakhir, perusahaan akan mulai memproduksi produknya dalam skala massal, sesuai ketentuan kualitas dan kuantitas masing-masing.

Pada praktiknya, tahapan produksi ini umumnya dilaksanakan dengan metode batch atau kelompok. Adapun kuantitas produksi pada setiap batch tergantung keputusan perusahaan masing-masing.

 

Langkah – langkah Perencanaan Produksi Massal

Perencanaan produksi merupakan perencanaan tentang produk apa dan berapa yangakan diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan dalam satu periode yang akan datang. Perencanaan produksi merupakan bagian dari perencanaan operasional di dalam perusahaan.

Dalam penyusunan perencanaan produksi, hal yang perlu dipertimbangkan adalah adanya optimasi produksi sehingga akan dapat dicapai tingkat biaya yang paling rendah untuk pelaksanaan proses produksi tersebut.

Perencanaan produksi menuntut penaksir atas permintaan produk atau jasa yangdiharapkan akan disediakan perusahaan di masa yang akan datang. Dengan demikian, peramalan merupakan bagian integral dari perencanaan produksi. (Buffa & Sarin, 1996).

Tanpa adanya rencana produksi yang baik, maka tujuan perusahaan tidak akan dapat dicapai dengan efektif dan efisien, sehingga faktor – faktor produksi yang ada akan dipergunakan dengan boros.

Menurut Sukaria Simulingga (2013) perencanaan produksi meliputi:

a. Mempersiapkan rencana produksi mulai dari tingkat agregat untuk seluruh pabrik yangmeliputi perkiraan permintaan pasar dan proyeksi penjualan.

b. Membuat jadwal penyelesaian setiap produk yang diproduksi.

c. Merencanakan produksi dan pengadaan komponen yang dibutuhkan dari luar(bought-out items) dan bahan baku.

d. Menjadwalkan proses operasi setiap order pada stasiun kerja terkait.

e. Menyampaikan jadwal penyelesaian setiap order kepada para pemesan.

 

Contoh Produksi Massal

Sejumlah contoh sektor industri yang umumnya menerapkan konsep produksi massal, antara lain otomotif, makanan dan minuman kemasan, peralatan kesehatan, obat medis, dan lain-lain. Berikut adalah penjelasan detailnya.

 

1. Kendaraan

Kendaraan adalah salah satu produk yang diproduksi secara massal. Dalam proses produksi kendaraan, digunakan mesin dan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan produksi.

 

produksi massal kendaraan
Produksi massal kendaraan

 

Bahan baku seperti besi, aluminium, karet, dan plastik diproses dan dirakit dengan mesin untuk menghasilkan kendaraan dalam jumlah besar.

Contoh kendaraan yang diproduksi secara massal adalah mobil, motor, bus, dan pesawat terbang.

 

2. Pakaian

Pakaian juga merupakan produk yang diproduksi secara massal. Bahan baku seperti kain, benang, dan aksesoris diproses dengan mesin untuk menghasilkan pakaian dalam jumlah besar.

 

produksi massal pakaian
Produksi massal pakaian

 

Proses produksi pakaian meliputi pemotongan, jahit, dan finishing. Pakaian yang diproduksi secara massal biasanya digunakan untuk kebutuhan industri dan ritel, seperti seragam sekolah, seragam kerja, dan pakaian olahraga.

 

3. Elektronik

Produk elektronik seperti smartphone, laptop, dan televisi juga diproduksi secara massal. Bahan baku seperti komponen elektronik dan plastik diproses dengan mesin untuk menghasilkan produk elektronik dalam jumlah besar.

 

produksi massal elektronik
Produksi massal elektronik

 

Proses produksi elektronik meliputi perakitan, pengujian, dan finishing. Produk elektronik yang diproduksi secara massal biasanya digunakan untuk kebutuhan industri dan konsumen.

 

4. Makanan

Dalam era modern ini, permintaan akan makanan yang diproduksi secara massal semakin meningkat. Produksi massal makanan menjadi penting karena dapat memenuhi kebutuhan makanan masyarakat yang terus berkembang. Dengan teknologi dan peralatan canggih, makanan dapat dihasilkan secara efisien dan cepat.

Contoh produksi massal makanan adalah produksi roti, mie instant, snack ringan, minuman kemasan, makanan kaleng, es krim, frozen food dan masih banyak lagi

 

5. Kosmetik

Kosmetik telah menjadi bagian penting dari rutinitas kecantikan banyak orang. Permintaan akan kosmetik terus meningkat seiring dengan kesadaran akan penampilan dan perawatan diri. Oleh karena itu, produksi massal kosmetik menjadi kebutuhan yang mendesak untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Contoh produksi massal kosmetik adalah produksi massal lipstik, produksi foundation, maskara, perawatan rambut, bedak, skin care, parfum dan masih banyak lagi.

 

Proses Produksi Massal Lebih Lancar dengan Software Manufaktur RedERP

 

Software ERP
Software ERP

 

Saat melaksanakan operasi produksi secara massal, perusahaan memerlukan mesin dan sistem operasional berteknologi canggih. 

Meski begitu pada praktiknya, mesin dan sistem operasional canggih sekalipun terkadang masih melakukan sejumlah kesalahan. Oleh karena itu, guna meningkatkan efektivitas operasional produksi, perusahaan juga memerlukan software ERP (Enterprise Resource Planning) termutakhir. 

Adanya software ERP bertujuan untuk membantu mengoptimalkan kinerja mesin dan sistem operasional perusahaan. Alhasil, operasi produksi massal perusahaan dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan estimasi yang telah ditetapkan.

Tanpa adanya software ERP, aktivitas produksi massal perusahaan tidak akan berjalan secara optimal. Ada kemungkinan risiko seperti estimasi produksi yang lamban hingga terjadinya kecacatan pada sebagian produk perusahaan.

Salah satu software ERP terbaik di Indonesia, RedERP, dinilai mampu memenuhi kebutuhan perusahaan terkait optimalisasi operasi produksi secara massal.

Hal ini karena software ERP dari RedERP memiliki beragam modul solutif yang sudah terintegrasi dan terotomatisasi dengan baik. Modul-modul tersebut berfungsi untuk memaksimalkan sekaligus menyederhanakan seluruh aktivitas operasional perusahaan Anda, salah satunya operasi produksi massal.

Sebagai contoh, dengan menggunakan aplikasi manufaktur RedERP, Anda bisa menjalankan sekaligus melacak proses produksi perusahaan secara real time dengan praktis. 

Aplikasi manufaktur dari RedERP juga dapat membantu Anda dalam merencanakan jadwal produksi, monitoring kualitas produk, menyusun laporan akhir produksi komprehensif dengan akurat, hingga mengembangkan dan merampingkan alur kerja perusahaan.

Berminat untuk mulai mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan operasi produksi massal perusahaan bersama kami?

Ayo, Anda dapat mengajukan demonya secara gratis sekarang!

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami