Table of Contents
Table of Contents

Manajemen Mutu: Pengertian, Tujuan, hingga Contoh Penerapannya

manajemen mutu

Pelaksanaan manajemen mutu dalam suatu operasi produksi dapat menuntun perusahaan untuk menciptakan sebuah produk maupun layanan jasa berkualitas berdaya saing tinggi di pasaran.

Perusahaan yang menerapkan sistem ini biasanya akan mempunyai standarisasi produk khusu. Sehingga nantinya bisa bersaing dengan kompetitor dan konsumen akan mendapatkan barang berkualitas dan bermutu tinggi.

Oleh sebab itu, pengetahuan dan pemahaman terkait manajemen mutu bagi pebisnis bersifat krusial. Pada pembahasan kali ini, RedERP telah menguraikan serangkaian wawasan terkait manajemen mutu dalam artikel berikut. Simak dan pahami secara cermat!

 

Pengertian Manajemen Mutu

Manajemen mutu adalah serangkaian upaya pengelolaan dan pengawasan terhadap aktivitas, tugas, serta proses hingga menjadi sebuah produk atau layanan jasa sehingga memenuhi suatu standar yang tinggi.

Penerapannya mencakup menentukan standar kualitas, peraturan, serta aspek lainnya yang dapat menentukan kualitas produk atau jasa.

Quality management sendiri memiliki empat komponen utama yaitu perencanaan mutu, jaminan mutu, pengendalian mutu, dan peningkatan mutu. Proses penerapan empat komponen ini dikenal dengan Total Quality Management atau TQM.

TQM ini tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga proses yang dilakukan untuk menghasilkan produk.

 

Baca Juga: Seberapa Besar Manfaat Quality Control dalam Bisnis?

 

Tujuan Sistem Manajemen Mutu

Penerapan sistem quality management  penting karena upaya tersebut mampu memberikan dampak yang cukup menjanjikan bagi suatu perusahaan. Adapun tujuan  quality management adalah:

  • Membantu perusahaan dalam membangun kepuasan pelanggan, dan mengarahkannya pada loyalitas pelanggan.
  • Mampu memastikan terjadinya peningkatan produktivitas dan pendapatan bisnis perusahaan.
  • Dapat membantu perusahaan dalam mengurangi pemborosan dan inventaris.
  • Pada beberapa kasus, manajemen mutu mampu mengurangi biaya produksi secara keseluruhan apabila perusahaan memerlukannya.
  • Mendorong perusahaan untuk dapat memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara tepat dan efisien.
  • Membantu perusahaan dalam menciptakan produk atau layanan jasa berkualitas terbaik, yang mampu bersaing dengan kompetitor di pasaran luas.

 

Komponen Manajemen Mutu

Secara menyeluruh, suatu sistem manajemen kualitas dan mutu baik wajib memiliki 4 komponen utama dalam prosesnya. Berikut penjelasan mengenai keempat komponen tersebut.

  • Perencanaan Kualitas atau Quality Planning: Komponen yang berperan dalam melakukan identifikasi standar kualitas terhadap suatu proses atau proyek, sekaligus merumuskan cara tentang bagaimana cara memenuhi proses produksi tersebut.
  • Pengontrolan Kualitas atau Quality Control: Komponen ini bertindak secara konsisten dan cermat dengan sedemikian rupa untuk memastikan integritas suatu proses atau proyek produksi.
  • Penjaminan Kualitas atau Quality Assurance: Komponen ini ada untuk berperan sebagai pendukung produk atau layanan dalam memenuhi persyaratan tertentu.
  • Peningkatan Kualitas atau Quality Improvement: Komponen yang berperan dalam melaksanakan evaluasi berkelanjutan, serta melakukan perubahan prosedur jika perlu untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keandalan hasil produksi.

 

Prinsip Sistem Manajemen Mutu 

Dalam prosesnya, suatu sistem quality management setidaknya mengacu pada 7 prinsip. Berikut adalah penjelasannya.

 

1. Customer Focus (Fokus Pelanggan)

Manajemen mutu berprinsip bahwa pelanggan dan perusahaan adalah tujuan utama mereka. Maka dari itu quality management berupaya semaksimal mungkin untuk dapat meninggikan kualitas kepuasan baik dari sisi pelanggan maupun perusahaan.

Penerapannya akan mengarahkan perusahaan untuk dapat menjalankan operasi produksi seefisien dan seoptimal mungkin. 

 

2. Leadership (Kepemimpinan)

Prinsip ini mengadu kepemimpinan kuat yang berusaha dalam menemukan cara untuk menyatukan dan memotivasi seluruh tim produksi, pengembangan budaya kerja yang sehat, serta pemaksimalan potensi karyawan secara merata. 

Hasilnya berupa proses dan prosedur produksi berkualitas tinggi, terlebih jika proses produksi terlaksana dengan baik

 

3. Engagement (Keterlibatan)

Prinsip keterlibatan mengarahkan operasi produksi dalam berinteraksi dengan tenaga kerja internal di dalamnya. Keterlibatan di sini tidak hanya mencakup partisipasi dan komunikasi saja, melainkan juga motivasi hingga melahirkan peningkatan keahlian pada setiap tenaga kerja yang terlibat.

 

4. Process Approach (Pendekatan Proses)

Manajemen mutu melakukan pendekatan terhadap proses operasi produksi suatu bisnis. Dengan pendekatan ini, operasi produksi sebuah bisnis akan mencapai efisiensi dan efektivitas.

Pencapaian tersebut tentunya mampu memberikan efek positif bagi bisnis misalnya berkurangnya pengeluaran biaya, terhindar dari pemborosan, hingga meningkatnya akurasi pelaksanaan operasi produksi. 

 

5. Continuous Improvement (Peningkatan Berkelanjutan)

Prinsip ini melingkupi upaya peningkatan yang dilakukan secara konsisten guna mencapai optimalisasi operasi produksi. Peningkatan berkelanjutan terhadap operasi produksi suatu bisnis sendiri mencakup banyak hal mulai dari fleksibilitas, ketangkasan, efektivitas, efisiensi, dan lain sebagainya.

 

6. Evidence-based Decision (Keputusan Berbasis Bukti)

Ini mengacu pada pengambilan keputusan berbasis data terkait penetapan strategi untuk pengembangan kinerja operasi produksi bisnis. Melalui basis data bersifat akurat, perusahaan dapat menggunakan informasi yang tersedia untuk memfasilitasi operasi produksinya.

Upaya tersebut memungkinkan perusahaan untuk memeroleh proses maupun output produksi yang maksimal. Perusahaan juga bisa mengimplementasika cara ini untuk memecahkan tantangan atau permasalahan yang terjadi dalam operasi produksi bisnis.

 

Baca Juga: Decision Support System: Pengertian, Ciri, hingga Tahapannya

 

7. Relationship Management (Manajemen Hubungan)

Prinsip terakhir ialah manajemen hubungan atau relationship management, di mana manajemen mutu akan mengarahkan perusahaan untuk memperkuat ikatan dengan para pemasok. Cara ini dinilai krusial karena dapat memengaruhi kinerja operasi produksi perusahaan.  

Kolaborasi bersifat aktif akan membawa kesuksesan berkelanjutan bagi operasi produksi perusahaan di masa mendatang.

 

Contoh Penerapan Manajemen Mutu

Contoh penerapan quality management dalam kehidupan sehari-hari bisa dilihat dari beberapa brand ternama global. 

Misalnya saya Toyota Motors yang memutuskan untuk menerapkan proses produksi Just in Time. Di mana metode tersebut mampu membuat Toyota Motors memenuhi permintaan konsumen secara konsisten, melalui pemanfaatan sumber daya maksimal dan biaya yang tergolong efisien.

 

Pendekatan Sistem Manajemen Mutu

Dalam menjalankan quality management, terdapat 4 pendekatan berbeda yang bisa perusahaan implementasikan ke dalam operasi produksi mereka. Keempat pendekatan tersebut akan dijelaskan lebih pada uraian di bawah ini.

  • Cost-effect approach: Pendekatan yang mengedepankan nilai bisnis, di mana mengacu pada keseimbangan antara biaya, waktu, dan upaya yang dihabiskan untuk proyek produksi tertentu.
  • Product-based approaches: Pendekatan ini mengacu pada penilaian kualitas suatu produk atau jasa, di mana poin-poin yang dinilai di antaranya performa, fitur, keandalan, kesesuaian, daya tahan, estetika, kualitas yang dirasakan, dan kemampuan dalam memberikan pelayanan.
  • User-based approach: Pendekatan ini berpusat pada kepuasan pengguna akhir yang sangat dipengaruhi oleh segmentasi produk atau layanan jasa masing-masing, di mana pendekatan ini akan menjalankan aktivitas pengujian terhadap penerimaan serta validasi pengguna.
  • Fail fast, Fix fast Recover fast: Pendekatan ini dilakukan dalam lingkup pasar yang lebih kecil, di mana perusahaan akan memperbaiki setiap kesalahan atau kekurangan produk bisnisnya atas feedback dari audiens (bahan pengujian).

 

Baca Juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Manajemen

 

Terapkan Manajemen Mutu Produksi dengan Software Manufaktur RedERP 

Software ERP
Software ERP

 

Salah satunya tantangan yang dialami oleh mayoritas perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen mutu ialah ketersediaan sumber daya seperti perangkat mutakhir pendukung. 

Meski begitu, kini tantangan tersebut dapat dijawab dengan tuntas melalui penggunaan software manufaktur. Di Indonesia sendiri, salah satu penyedia software manufaktur unggulan dan berpengalaman adalah RedERP.

Software Manufaktur RedERP dibekali spesifikasi sistem dan modul modern, yang dibutuhkan oleh perusahaan masa kini dalam mengoptimalkan operasi produksi bisnis salah satunya manajemen mutu.

Dilengkapi dengan fitur Quality Standard Management, di mana menawarkan pengalaman manajemen kualitas mumpuni bagi para penggunanya guna menciptakan produk atau layanan jasa berkualitas tinggi. 

Terdapat juga sejumlah fitur pendukung lainnya, yang mampu menunjang proses maupun output dan outcome manajemen mutu perusahaan Anda menjadi lebih optimal. Fitur tersebut meliputi penjadwalan produksi, pengoptimalan proses serta alur kerja, pembaruan kinerja secara real-time dan masih banyak lagi.

Segera bergabung bersama RedERP untuk mencapai operasi produksi perusahaan yang jauh lebih modern, efisien, serta optimal mulai hari ini! Klik fitur layanan kontak call center yang tertera di laman utama website RedERP, untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk-produk unggulan kami.

Tags:
Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
×

Hello!

Konsultasikan Kebutuhan ERP Disini atau Telp kami di +62812 111 42575

× Hubungi Kami